Ada beberapa cara orang dalam menghibur diri.
Bisa jadi beda orang, beda cara. Kaya gue sekarang. Ditengah dilemanya gue
nyari judul skripsi yang udah lima kali ganti, gue merefreshkan otak gue dengan
nulis. Emang sih tulisan gue gak seberapa bagus, tapi dengan nulis, semua
unek-unek dihati kayak hilang gitu aja.
Gue memutuskan nulis ketika gue memasuki
fase-fase patah hati, kurang lebih dua setengah tahun yang lalu. Saat itulah
awal-awal gue mengalami patah hati terhebat versi gue. Entah segimana sakit
hatinya gue hingga muncul banyak kata-kata yang ingin gue ungkapkan. Dan salah
satu caranya adalah dengan gue ngeblog. Saat itu gue gak peduli, mau orang
nilai gue lebay atau apa juga yang penting gue lega. Dan setelah gue nulis,
terbukti. Perasaan gue sedikit lebih baik. Sama kayak nahan kentut seharian,
yang lega waktu udah keluar. Hihihi
Gue adalah mahasiswi semester akhir di salah
satu universitas swasta. Sebagai mahasiswi semester tua, gue lagi dihadapkan
dengan sebuah skripsi yang terkadang menghantui mahasiswa-mahasiswa kayak gue,
yang niat gak niat kuliahnya. Nah gue jangan kan skripsinya, nyari judulnya aja
udah bikin gue stress 50 keliling. Udah lima kali ngajuin judul kelima-limanya
ditolak. Emang ya ternyata, kuliah finance itu gak mudah. By the way, kesulitan
gue kuliah finance karena dari sekolah gue bukan jurusan yang begini-begini.
Gue adalah seorang anak manusia yang tumbuh sebagai anak teknik namun masuk
kelobang akuntansi. Ya, gue adalah lulusan sekolah menengah kejuruan jurusan
perkapalan yang mengambil jurusan akuntansi saat masuk kuliah. Saya tau apa
yang anda pikirkan “LARII BANGEETT”. Gue juga baru sadar, kayaknya waktu gue
daftar kuliah, gue kesurupan hantu duit mabok sampai yang ada dipikiran gue
adalah kuliah keuangan.
Giliran udah begini, satu-satunya cara ya
berjuang sampai titik darah gak penghabisan (karna gue gak mau mati dan masuk
Koran dengan judul gak matching “seorang mahasiswi universitas U meninggal
karna nyari judul sampai titik darah penghabisan). Saat gue coba minta solusi
judul kedosen, gue malah gak menemukan jawaban yang gue harapkan ‘jadi saya harusnya judulnya yang gimana ya
buk?’ ‘kamu faham akuntansi biaya?’ ‘enggak terlalu’ ‘kalau audit?’ ‘enggak faham buk’ ‘jadi kamu bisanya apa?’ ‘…..’
Disini gue merasakan, gue tiga tahun sekolah
teknik yang banyak hitung-hitungannya, itu gak membuat gue pintar matematika
maupun fisika. Dan sekarang gue ambil jurusan akuntansi, gak membuat gue pintar
keuangan. Gue berfikir, sebenernya gue sekolah sama kuliah ini faedahnya apa?
Kagak ada pinter-pinternya.
Gue punya banyak mimpi. Tapi satu-satunya
mimpi yang merupakan gerbang dari mimpi yang lain dan yang paling susah gue
taklukin adalah SKRIPSI.

0 komentar:
Posting Komentar