Selasa, 29 Mei 2018

Dilahirkan untuk ke-2 kalinya



Kata orang, perempuan itu dilahirkan tiga kali. Pertama, ketika dia dilahirkan sebagai seorang anak. Kedua, ketika dia dilahirkan sebagai seorang istri. Dan ketiga, ketika dia dilahirkan sebagai seorang ibu.

Mengapa demikian ?? karena seorang perempuan memiliki tiga kali peran dalam hidupnya. Yang pertama, ketika dia menjadi seorang anak, dia membukakan pintu surga bagi ayahnya. Kedua, ketika dia menjadi seorang istri, dia dapat menyempurnakan agama suaminya. Dan ketiga, ketika dia menjadi seorang ibu, surga ada ditelapak kakinya.

Dan kini, aku telah dilahirkan sebagai seorang Istri.

28 April 2018

Adalah salah satu hari yang paling bersejarah dalam kehidupanku. Hari dimana aku mengikat janji pernikahan dengan orang yang tidak pernah aku sangka akan menjadi jodohku. Seseorang yang selama ini hanya aku anggap sebagai abang, ternyata menjadi pasangan hidup yang akan aku jaga sampai akhir hayat, Insya Allah.

Seseorang tersebut bernama Riki Andes Saputra. Tidak pernah sedikitpun terpikir olehku, bahwa orang yang menjadi pasangan hidupku adalah dia yang telah ku kenal selama lebih dari 5 tahun. Semuanya terasa seperti mimpi, sampai saat ini pun aku masih tidak menyangka bahwa semua proses yang kami lalui, berjalan begitu alami dan cepat, tanpa adanya halangan yang terlalu memberatkan.

"Saya terima nikah dan kawinnya Ega Setiani binti Samharis dengan mas kawinnya tersebut tunaaaai"

Ketika kalimat ijab qobul di ucapkan, dan ketika para saksi mengatakan SAH, rasanya merinding, lega, bercampur dengan air mata yang menitik perlahan. Alhamdulillah.. Kami telah resmi menjadi suami istri. Sumpah, detik itu adalah kebahagiaan yang tidak pernah bisa aku gambarkan. Saya, Ega Setiani, telah resmi menikah dengan Riki Andes Saputra.

Untuk pertama kalinya aku melihat senyumnya yang berbeda, aku melihat ketulusannya, dan melihat betapa besar keinginannya untuk menjaga dan membangun rumah tangga ini agar menjadi keluarga yang Sakinah Mawaddah dan Wa Rahmah.

Hari itu, aku merasa menjadi perempuan yang sangat bahagia dan juga sangat bersyukur karena telah di persatukan dengannya dalam sebuah kehidupan baru. Kehidupan yang telah kami jalani selama satu bulan, yang membuatku merasakan kembali, bahwa bang Riki melengkapi ku, suami yang sholeh yang sangat aku sayangi.

Kini kami telah resmi menjadi sepasang suami istri, saling membimbing untuk membina rumah tangga, melengkapi satu sama lain, saling menemani dalam suka maupun duka, dan beribadah bersama.

Sekarang cerita kami akan dimulai. Cerita dimana, kami akan mengisi buku kosong yag akan di isi dengan warna warni kehidupan rumah tangga. Kehidupan yang insya allah akan terjalin dengan indah. Kehidupan Ega dan bang Riki.




Teruntuk Suamiku tersayang...

Aku sangat bersyukur karena kamu telah menjadi bagian dari hidup ku. Menjadi seseorang yang siap mendengarkan segala keluh kesah dan segala hal yang terjadi dalam hidupku. Menjadi orang yang akan berjalan bersamaku untuk membangun rumah tangga yang insya allah bernafaskan islami.

Tidak pernah menyangka bahwa aku akan selengkap ini dengan adanya kamu. Terima kasih telah menjadi seseorang yang membuat aku merasakan rindu setiap harinya. Terima kasih telah mau menjadi pasangan hidup yang dimana aku akan bersandar, tertawa, menangis, dan tersenyum. Terima kasih karena telah menerimaku apa adanya dengan segala kekurangan dan kelebihanku. Aku akan belajar setiap harinya untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Terima kasih karena telah membimbingku dan bersedia untuk menjadi imam dalam rumah tangga ini. Langkah ini adalah langkah awal kita untuk menuju surga Allah SWT, karena niat kita semula untuk beribadah.

Banyak hal yang masih harus di perbaiki dan aku gak bisa janjikan apa-apa, tapi insya allah aku akan menjadi istri yang setia untuk mu, menjadi ibu yang bijak untuk anak-anak nanti ketika rezeki tersebut sudah diberikan Allah SWT, dan menjadi makmum yang akan selalu mendoakan serta mengamini semua doa yang dipanjatkan.

Aamiin.



Dan tulisan ini akan aku berikan kepada suamiku, yang telah memilihku untuk menjadi pendamping hidupnya.
Continue reading Dilahirkan untuk ke-2 kalinya

Selasa, 20 Februari 2018



Hallooooooo 2018

Telat banget gak sih nyapanya, biarin ah. Postingan terakhir aku itu tanggal Empat Desember Dua Ribu Tujuh Belas. Tepat satu tahun yang lalu, Eeeehhh… dua bulan yang lalu.
Semenjak itu jarang banget ikut event apapun lagi untuk ngisi blog, dan gak punya ide nulis sedikit pun. Ada sih kata-kata yang mau diungkapin, tapi tentang cinta, dan itu aku ungkapin di Instagram Hati Kecil. Boleh kakaaak…. dilihat ig-nya kakaaaakk.

Kenapa nulis tentang cinta, ya karena aku lagi jatuh cinta. Ngomongin tentang cinta diumur segini itu, rasanya kayak anak ABG, yang baru nemuin pacar terbaiknya. Dan aku juga seperti menemukan cinta terbaik ku.

Aduuuhhhh jadi malu.

Tahun 2017 menjadi tahun paling buruk bagi aku. Mungkin bukan tahun-nya yang buruk. Tapi banyak kejadian-kejadian tak terduga dan keputusan-keputusan terburuk, terjadi di tahun itu. Seperti, aku yang akhirnya bisa di wisuda, aku yang akhirnya bisa jatuh cinta lagi, dan hal-hal aneh dan gila yang mungkin hanya aku dan tuhan yang tau. Menjadi sesuatu yang terburuk, sekaligus yang terbaik, menjadikan sesuatu itu menjadi tidak begitu berharga. Kenapa? Karena orang cenderung lebih mengingat keburukan yang sedikit, ketimbang kebaikkannya. Sama seperti 2017 kemarin, banyak hal baik terjadi padaku. Tapi aku tidak ingin mengenangnya. Karena untuk mengenangnya, aku terpaksa harus mengingat kembali luka di 2017. Itu.

Yang ku tau, segala sesuatu yang terjadi, pasti ada balasannya. Sama seperti apa yang ada di dunia, pasti ada kebalikannya. Yin dan Yang, tinggi dan rendah, baik dan buruk, suka dan duka, aku dan kamu, pokoknya semuanya ada kebalikannya.

Disaat aku merasakan kesedihan, tuhan memberikan aku kebahagiaan yang lebih. Dia.

Continue reading